Kamis, 24 Oktober 2013

PERKEMBANGAN ILMU POLITIK


Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus dan ruang lingkup yang sudah jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya, karena baru lahir pada akhir abad ke 19. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, anthropologi dan psykhologi, dan dalam perkembangan ini mereka saling berdampingan.
Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasionil dari berbagai-bagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya; malahan ia sering dinamakan “ilmu sosial yang tertua” didunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat.
Di Yunani kuno misalnya, pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun 450 s.M, seperti terbukti dalam karya-karya ahli sejarah seperti Herodotus, atau filsuf-filsuf seperti Plato, Aristoteles, dan sebagainya. Di Asia ada beberapa pusat kebudayaan, antara lain India dan Cina, yang telah mewariskan tulisan-tulisan politik bermutu. Tulisan-tulisan dari India terkumpul antara lain dalam kesusasteraan Dharmasastra dan Arthasastra yang berasal dari masa kira-kira 500 s.M. Di antara filsuf Cina yang terkenal ialah Confusius atau K’ung Ffu Tzu (500 s.M), Mencius (350 s.M) dan mazhab Legalists ( antara lain Shang Yang 350 s.M).
Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulisan yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke 13 dan ke 15 M dan Babad Tanah Jawi. Saynglah bahwa dinegara-negara Asia tersebut kesusasteraan yang mencakup bahasan politik mulai akhir abad ke 19 telah mengalami kemuduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat dan Belanda dalam rangka imperialisme.
Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria dan Perancis, bahasan mengenai politik dalam abad ke 18 dan ke 19 banyk dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiaannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai matakuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat dilepaskan dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libre des Sciences Politiques di Paris (1895) ilmu politik untuk pertama kali dalam negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun  demikian, pengaruh dari hukum, filsafat dan sejarah sampai Perang Dunia II masih tetap terasa.
Perkembang n yang berbeda terjadi di Amerika Serikat. Mula-mula tekanan yuridis seperti yang terdapat di Eropa mempengaruhi bahasan masalah politik, akan tetapi lama-lama timbul hasrat yang kuat untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis itu dan lebih mendasarkan diri atas pengumpulan data empiris. Kebetulan perkembangan selanjutnya bersamaan waktunya dengan perkembangan sosiologi dan psykhologi, sehingga kedua cabang ilmu sosial ini banyak mempengaruhi metodologi dan terminologi ilmu politik. Pada tahun 1858 seorang sarjana kelahiran Jerman, Francis Lieber, diangkat sebagai guru besar dalam sejarah dan ilmu politik di Columbia College, dan kejadian ini di Amerika Serikat dianggap sebagai pengakuan pertama terhadap ilmu politik sebagai ilmu tersendiri. Perkembangan selanjutnya berjalan secara cepat, yang dapat dilihat juga dari didirikannya American Political Science Association (APSA) pada tahun 1904.
Sesudah Perang Dunia II perkembangan ilmu politik semakin pesat. Di negara Belanda, dimana sampai waktu itu penelitian mengenai negara dimonopoli oleh fakultas hukum, didirikan Faculteit der Sociale en Politieke Wetenschappen (sekarang namanya Faculteit der Sociale Wetenschappen) pada tahun 1947 di Amsterdsam. Di Indonesiapun didirikan fakultas-fakutas yang serupa, yang dinamakan Fakultas Sosial dan Politik (seperti pada Universitas Gajah Mada, Yogyakarta) atau Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial (seperti pada Universitas Indonesia, Jakarta) dimana ilmu politik merupakan Departemen tersendiri. Akan tetapi, oleh karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju, tidaklah mengherankan apabila pada permulaan perkembangannya, ilmu politik di Indonesia terpengaruh secara kuat oleh ilmu itu. Akan tetapi dewasa ini konsep-konsep ilmu politik yang baru berangsur-angsur mulai dikenal.
Sementara itu perkembangan ilmu politik dinegara-negara Eropa Timur memperlihatkan bahwa pendekatn tadisional dari segi sejara, filsafat dan yuridis masih digunakan hingga dewasa ini.
Pesatnya perkembangan ilmu politik sesudah Perang Dunia II tersebut juga disebabkan karena mendapat dorongan kuat dari beberapa badan internasional, terutama UNESCO. Terdorong oleh tidak adanya keseragaman dalam terminologi dan metodologi dalam ilmu politik, UNESCO dalam tahun 1948 menyelenggarakan suatu survey mengenai kedudukan ilmu politik dalam kira-kira 30 negara. Proyek ini, yang dipimpin oleh W. Ebenstein dari Princeton University Amerika Serikat, kemudian dibahas oleh beberapa ahli dalam pertemuan di Paris dan menghasilkan buku Contemporary Political Science (1948). Sebagai tindak lanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang didirikan pda tahun 1949, menyelenggarakan suatu penelitian secara mendalam yang mencakup kira-kira 10 negara, diantaranya negara-negara Barat besar, disamping India, Mexico dan Polandia. Pada tahun 1952 laporan-laporan ini dibahas dalam suatu konferensi di Cambrigde, Inggris, dan hasilnya disusun oleh W.A Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Social Science: Political Science. Buku ini merupakan bagian dari suatu rangkaian dari penerbitan UNESCO mengenai pengajaran beberapa ilmu sosial (termasuk ekonomi, anhropologi buday dan kriminologi) diperguruan tinggi. Kedua karya ini merupakan usaha internasional untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.

Miriam Budiarjo. Prof, Dasar-Dasar Ilmu Politik, PT Gramedia, Jakarta, 1983

Selasa, 15 Oktober 2013

KUMPUAN SOAL SEJARAH KELAS 12 IPA SEMESTER GANJIL



A.      SOAL PILIHAN GANDA
1.    Suatu tatanan seluruh perikehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan kembali kepada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, merupakan pengertian dari ...
2.    Surat perintah yang dirumuskan oleh tiga perwira tinggi, yaitu Mayor Jenderal Basuki Rakhmat, Brigadir Jenderal M. Yusuf, dan Brigadir Jenderal Amir Machmud bersama Brigadir Jenderal Subur, Komandan Pasukan Pengawal Presiden Cakrabirawa, kemudian dikenal dengan ...
3.    Pada tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar mengamankan 15 orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G 30 S/PKI dan diragukan etika baiknya. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari ...
4.    Berikut ini merupakan keputusan dari sidang umum IV MPRS pada tanggal 20 Juni sampai 5 Juli 1966, kecuali ...
5.    Memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan, melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantum dalam Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968), melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966, melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan antikolonialisme dalam segala bentuk dan manifestasinya. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari ...
6.    Dengan penuh kebijaksanaan, Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada Jenderal Soeharto sebagai pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966, pada tanggal ...
7.    Sidang Istimewa MPRS dari tanggal 7 sampai dengan 12 Maret 1967 di Jakarta bertujuan untuk ...
8.    Dalam mengemban tugas utama tersebut, berbagai kebijaksanaan Presiden Soeharto telah diambil sebagaimana tertuang dalam program jangka pendek berdasarkan Tap. MPRS No. XXII/MPRS/1966 yang diarahkan kepada ...
9.    Dengan ditetapkannya Repelita I untuk periode 1969/1970–1973/1974, merupakan awal pembangunan periode 25 tahun pertama diarahkan pada pencapaian stabilisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi yang menitikberatkan pada sektor ...
10.  Meningkatnya produksi beras dari 11,32 juta ton menjadi 14 juta ton; pertumbuhan ekonomi dari rata-rata 3% menjadi 6,7% per tahun; pendapatan rata-rata penduduk dari 80 dolar Amerika dapat ditingkatkan menjadi 170 dolar Amerika, merupakan hasil pembangan pada masa ...
11.    Pada masa orde baru Indonesia kembali  lagi menjadi anggota PBB yang ke-60 pada tanggal ...
12.    PBB turut berperan dalam mempercepat proses pengakuan de facto ataupun de jure kemerdekaan Indonesia oleh dunia internasional, PBB turut berperan dalam proses kembalinya Irian Barat ke wilayah RI. Dua pernyataan tersebut merupakan manfaat bagi Indonesia sebagai anggota ...
13.    Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia setelah diumumkan Dwikora oleh Presiden Soekarno pada tanggal ...
14      Pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1966 ditandatangai persetujuan hasil perundingan  Bangkok untuk ...
15      Penandatanganan naskah pembentukan ASEAN dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, sehingga naskah tersebut kemudian disebut ...
B.      SOAL URAIAN SINGKAT
1.        Saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, persamaan, integritasteritorial, dan identitas semua bangsa, mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas dari ikut campur tangan, subversi, dan konversi dari luar. Pernyataan tersebut merupakan isi dari ...
2.        IGGI berpusat di Den Haag (Belanda) memberi bantuan kepada Indonesia, antara lain berbentuk ...
3.        Surat perintah tersebut dirumuskan oleh tiga perwira tinggi, yaitu Mayor Jenderal Basuki Rakhmat, Brigadir Jenderal M. Yusuf, Brigadir Jenderal Amir Machmud dan Brigadir Jenderal Subur. Kemudian surat tersebut dikenal dengan sebutan...
4.        Keputusan Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS No.1/3/1966 tangal 12 Maret 1966 berisi tentang ...
5.        Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran ...





































Senin, 07 Oktober 2013

SOAL UTS KELAS X GANJIL


SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER

Mata Pelajaran            : Sejarah
Kelas / Semester          : X / Ganjil
Tahun Pelajaran           : 2013 / 2014


Petunjuk :
a.         Bacalah soal-soal dibawah ini dengan teliti dan cermat.
b.        Pilihlah jawaban yang kamu anggap benar dengan memberikan tanda (X) pada huruf a, b, c, d, e, untuk paket soal pilhan ganda pada point A.
c.         Jawablah dengan singkat dan jelas untuk soal uraian singkat pada point B.
A.           Soal Pilihan Ganda
1.        Syajarotun artinya adalah pohon, adalah perkembangan hidup manusia yang digambarkan seperti pohon. Pengertian sejarah tersebut menurut bahasa ...
2.        Sejarah merupakan masa lampau dalam kehidupan setiap umat manusia dalam bahasa Inggris artinya adalah …
3.        Dalam bahasa Jerman sejarah berasal dari kata geschicht  yang artinya adalah ...
4.        Dalam bahasa Yunani sejarah berasal dari kata historia  yang artinya apa yang diketahui. Dengan demikian maka sejarah berhubungan dengan ...
5.        Menurut pendapat Aristoteles bahwa sejarah berbeda dengan puisi ataupun filsafat. Karena sejarah itu sendiri berhubungan dengan...
6.        Sejarah berbeda dengan disiplin ilmu yang lain. Karena sejarah mempelajari hal-hal yang berkisar dalam waktu dan tempat, dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen esensialnya. Pendapat mengenai pengertian sejarah tersebut disampaikan oleh ...
7.        Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia W.J.S. Poerwadarminta berpendapat bahwa sejarah meliputi tiga pengertian sebagai berikut. Salah satu pendapat beliau mengenai sejarah adalah ...
8.        Sejarah adalah disiplin ilmu pertama manusia, menurutnya manusia hanya dapat mengerti apa yang sudah diperbuatnya sendiri. Pengertian sejarah tersebut menurut pendapat dari ...
9.        Sejarah adalah jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan disekitar kita, merupakan pendapatnya Mohammad Ali dalam buku yang berjudul ...
10.    Sejarah itu menyuguhkan fakta-fakta secara diakronis, ideografis, unik dan empiris. Pengertian sejarah tersebut berasal dari pendapatnya ...
11.    Peristiwa sejarah yang terjadi apa adanya atau objektif, tanpa campur tangan dari pihak manapun, merupakan kedudukan sejarah sebagai ...
12.    Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesi 17 Agustus 1945 yang jadikan sebagai inspirasi untuk membuat naskah drama, merupakan kedudukan sejarah sebagai....
13.    Peristiwa sejarah yang disampaikan  atau dikisahkan oleh pihak lain seperti wartawan, reporter, sutradara dan lain-lain, maka terdapat unsur-unsur yang bersifat ...
14.    Kisah sejarah sejarah yang disampaikan kembali berdasarkan metodologi ilmiah oleh ahli sejarah sehingga dapat dipercaya kebenarannya, maka sejarah mempunyai kedudukan sebagai ...
15.    Banyak turis asing yang datang berkunjung ke Magelang untuk menikmati kemegahan candi Borobudur. Maka turis asing tersebut mempelajari manfaat sejarah sebagai ...
16.    Perhatikan gambar pada sebelah kanan soal. Candi Prambanan sebagai salah satu peninggalan bersejarah termasuk sumber ...

B.            Soal Uraian Singkat
1.        Ketika ada wisatawan yang mengamati struktur bangunan candi Prambanan dengan teliti. Maka wisatawan tersebut mempelajari manfaat sejarah sebagai ...
2.        Sekumpulan informasi yang dapat memberikan keterangan-keterangan mengenai terjadinya peristiwa, merupakan pengertian dari ...
3.        Prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip, gambar dan foto, merupakan sumber tertulis yang berbentuk ...
4.        Keterangan-keterangan lisan yang diperoleh dari para pelaku dan saksi terjadinya peristiwa termasuk ...
5.        Peninggalan-peninggalan yang berhubungan dengan hasil kegiatan manusia pada masa lalu yang mendukung kebenaran terjadinya suatu peristiwa, merupakan pengertian dari ...
6.        Pada tanggal 17 Agustus 1945 Sukarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, fakta tersebut merupakan contoh dari ...


KISI UTS SEJARAH KELAS X GANJIL


KISI-KISI PENULISAN SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER

Satuan Pendidikan      :     SMA NEGERI 1 KARANGREJA                                    Alokasi Waktu                                                                                                                           : 45 MENIT
Mata Pelajaran            :     SEJARAH                                    Jumlah Soal                                                                                                                                :                                    22 Butir                                                                                                                                    
Kurikulum                   :     KTSP                                    Penyusun                                                                                                                                    : SAEFULOH AL MASNUN
Paket Soal                   :     ULANGAN TENGAH SEMESTER                                    Kelas/Sem                                                                                                                                  : X / Ganjil

No
SK / KD / Materi
Bahan Kelas / Smt
Indikator Soal
Bentuk Soal
Tingkat Kesukaran
Ranah
Kognitif
No.
Soal
Md
Sd
Sk
 MERGEFIELD NO 1
1.      Memahami prinsip dasar  ilmu sejarah.
1.1         Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah
A.    Pengertian sejarah




























B.     Kedudukan sejarah sebagai sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni





C.     Manfaat mempelajari sejarah sebagai edukatif

D.    manfaat sejarah sebagai rekreatif

E.     Pengertian sumber, bukti dan fakta sejarah.
X-1




1.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut bahasa Arab.
2.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut bahasa Inggris.
3.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut bahasa Jerman.
4.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut bahasa Yunani.
5.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut Aristoteles.
6.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut Francois Bacon
7.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut W.J.S. Poerwadarminta
8.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut Vico
9.        Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut Mohammad Ali
10.    Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo
11.    Siswa dapat menjelaskan kembali kedudukan sejarah sebagai peristiwa
12.    Siswa dapat menjelaskan kembali kedudukan sejarah sebagai kisah
13.    Siswa dapat menjelaskan kembali kedudukan sejarah sebagai ilmu
14.    Siswa dapat menjelaskan kembali kedudukan sejarah sebagai seni
15.    Siswa dapat menjelaskan kembali mempelajari manfaat sejarah edukatif
16.    Siswa dapat menjelaskan kembali mempelajari manfaat sejarah rekreatif
17.    Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sumber sejarah
18.    Siswa dapat menunjukkan contoh-contoh sumber sejarah
19.    Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian sumber lisan
20.    Siswa dapat menunjukkan contoh cumber benda
21.    Siswa dapat menjelaskan kembali pengertian bukti sejarah
22.    Siswa dapat menunjukkan contoh fakta keras








Minggu, 29 September 2013

Pengertian sumber, bukti, dan fakta sejarah.


1.        Pengertian sumber sejarah
Sumber adalah sekumpulan informasi yang dapat memberikan keterangan-keterangan mengenai terjadinya peristiwa. Jika dilihat dari sifatnya maka ada sumber primer dan sumber sekunder. Tetapi jika dilihat dari bentuknya, maka ada tiga macam sumber, yaitu :
a)         Sumber tulisan adalah sumber yang berbentuk tertulis yang berisi informasi tentang terjadinya suatu peristiwa. Yang termasuk sumber tulisan yaitu prasasti, naskah, buku, dokumen tertulis, arsip, gambar dan foto.
b)        Sumber lisan adalah keterangan-keterangan lisan yang diperoleh dari para pelaku dan saksi terjadinya peristiwa. Contohnya rekaman pidato dan video.
c)         Sumber benda adalah sumber yang berbentuk artefak atau benda-benda peninggalan bersejarah yang ditemukan disuatu tempat. Coba kalian perhatikan gambar dibawah ini :



Mata Pelajaran            : Sejarah
Kelas                           : X (sepuluh)
Semester                      : 1 (ganjil)
Jenjang Sekolah          : SMA
Pertemuan ke              : 4 (2 jampel )

A.           Standar Kompetensi      :
1.       Memahami prinsip dasar ilmu sejarah.
B.            Kompetensi Dasar         :
1.1         Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup ilmu sejarah
C.            Tujuan Pembelajaran     :
Siswa dapat menjelaskan secara tertulis dalam bentuk makalah pengertian sumber, bukti, dan fakta sejarahdengan cara berpikir logis.
D.           Indikator                        :
Menjelaskan secara tertulis dalam bentuk makalah tentang pengertian sumber, bukti, dan fakta sejarah dengan cara berpikir logis.
E.            Materi Pembelajaran      :
Pengertian sumber, bukti, dan fakta sejarah.
Dalam kegiatan penelitian sejarah dibutuhkan sumber, bukti, dan fakta sejarah. Hal ini berhubungan dengan kedudukan sejarah sebagai ilmu. Maka agar supaya ilmu sejarah itu sendiri dapat dipercaya kebenarannya harus didukung oleh sumber, bukti, dan fakta sejarah. Karena dari sumber, bukti, dan fakta sejarah akan diperoleh sejumlah informasi mengenai kejadian-kejadian yang pernah terjadi pada masa lalu.
Peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, merupakan peristiwa bersejarah. Maka harus didukung oleh naskah teks proklamasi, bendera pusaka, foto. Lihat contoh dibahawah ini :